Sungguh Bahayanya Riba

Sungguh Bahayanya Riba

Perdagangan dan jual beli di zaman sekarang tidak jauh dari riba seperti maraknya kartu kredit, pinjaman tunai, bunga bank higga KPR kepemilikan kendaraan bermotor hingga properti bagaimana kita menghindari dan menjauhinya segala bentuk ribawi sedangkan dari alqur’an dan hadist sudah jelas dan semua artikel di internet  maupun membaca offline dari buku-buku telah menjabarkannya bahaya RIBA termasuk desa besar dan melebihi berkali-kali lipat dari zinah, pasti jawabannya sudah ada dibenak masing-masing pengunjung artikel ini yaitu bertawakal kepada allah swt dan mengimplementasikan sifat Qana’ah yaitu sifat merasa cukup. Menurut Istilah Qanaah berarti merasa cukup atas apa yang telah dikaruniakan Allah Swt kepada kita sehingga mampu menjauhkan diri dari sifat tamak, sifat kurang dan sifat ria. 

Lebih Baik Menghindar Daripada Terjerumus

Menghindari lebih efektif dari pada mencoba-coba untuk masuk kedalam riba seperti meminjam uang bank dan kredit kendaraan bermotor  ataupun properti karena dengan menghindar otomatis terhindar dari dosa besar, jika kita bersungguh-sungguh dan tawakal kepada allah swt insallah kita akan di jauhkan dari bentuk segala Riba. Banyak saudara-saudara kita yang sudah terlanjur terjerat riba hingga aset mereka disita dan tanpa ampun dan semuanya habis karena RIBA, didunia saja sudah ditunjukan betapa dahsyatnya bahaya RIBA apalagi nanti di akhirat akan lebih pedih.

Efek Pemakan Harta Riba

Mengapa harta riba lebih bahaya dari apapun karena harta riba dimakan oleh kita dan jadi darah bersama tubuh kita pastinya ini juga virus yang menyebar ke siapa saja keluarga kita dan orang tua kita dan tentunya hidup kita tidak berkah dan dan tidak nyaman apa saja efek yang timbul jika memakan harta riba:

  1. Hilangnya keberkahan harta tersebut
  2. Gelap hati dan rasa malas beribadah
  3. Terhalangnya doa kepada allah swt
  4. Ditolaknya sedekah kita 
  5.  Sudah pasti siksa neraka
  6. Hidup tidak tenang dan was-was
  7. Jika termakan keluarga, tidaklah bermanfaat 
  8. Ditiadakannya keberkahan hidup kita akan dikejar oleh dunia terus-menurus dan melupakan akhirat
  9. Ilmu agama masuk telinga kanan dan keluar kiri

Riba Merusak Perekonomian Rakyat

Sistem ekonomi ribawi telah banyak menimbulkan krisis ekonomi di mana-mana sepanjang sejarah, sejak tahun 1930 sampai saat ini. Sistem ekonomi ribawi telah membuka peluang para spekulan untuk melakukan spekulasi yang dapat mengakibatkan volatilitas ekonomi banyak negara. Sistem ekonomi ribawi menjadi punca utama penyebab tidak stabilnya nilai uang (currency) sebuah negara. Karena uang senantiasa akan berpindah dari negara yang tingkat bunga riel yang rendah ke negara yang tingkat bunga riel yang lebih tinggi akibat para spekulator ingin memperoleh keuntungan besar dengan menyimpan uangnya dimana tingkat bunga riel relatif tinggi. Usaha memperoleh keuntungan dengan cara ini, dalam istilah ekonomi disebut dengan arbitraging. Tingkat bunga riel disini dimaksudkan adalah tingkat bunga minus tingkat inflasi.

Di bawah sistem ekonomi ribawi, kesenjangan pertumbuhan ekonomi masyarakat dunia makin terjadi secara konstant, sehingga yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Data IMF menunjukkan bagaimana kesenjangan tersebut terjadi sejak tahun 1965 sampai hari ini.

Suku bunga juga berpengaruh terhadap investasi, produksi dan terciptanya pengangguran. Semakin tinggi suku bunga, maka investasi semakin menurun. Jika investasi menurun, produksi juga menurun. Jika produksi menurun, maka akan meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Teori ekonomi makro juga mengajarkan bahwa suku bunga akan secara signifikan menimbulkan inflasi. Inflasi yang disebabkan oleh bunga adalah inflasi yang terjadi akibat ulah tangan manusia. Inflasi seperti ini sangat dibenci Islam, sebagaimana ditulis Dhiayuddin Ahmad dalam buku Al-Quran dan Pengentasan Kemiskinan. Inflasi akan menurunkan daya beli atau memiskinkan rakyat dengan asumsi cateris paribus.

Sistem ekonomi ribawi juga telah menjerumuskan negara-negara berkembang kepada debt trap (jebakan hutang) yang dalam, sehingga untuk membayar bunga saja mereka kesulitan, apalagi bersama pokoknya.

Dalam konteks Indonesia, dampak bunga tidak hanya sebatas itu, tetapi juga berdampak terhadap pengurasan dana APBN. Bunga telah membebani APBN untuk membayar bunga obligasi kepada perbakan konvensional yang telah dibantu dengan BLBI. Selain bunga obligasi juga membayar bunga SBI. Pembayaran bunga yang besar inilah yang membuat APBN kita defisit setiap tahun. Seharusnya APBN kita surplus setiap tahun dalam mumlah yang besar, tetapi karena sistem moneter Indonesia menggunakan sistem riba, maka tak ayal lagi, dampaknya bagi seluruh rakyat Indonesia sangat mengerikan. 

Memukul Mundur Pelaku RIBA

Memukul  pelaku riba tidak semudah membalikan tangan karena mereka didukung koorporasi dan kapitalisme dijaman sekarang ini, setidaknya kita dengan memeranginya dengan menghindari penggunaan kartu kredit, Pinjaman ke bank dan dana tunai dengan bunga RIBA yang mencekik.

Untuk Transaksi baiknya gunakan sistem secara syariah supaya kita terhindar dari RIBA, seperti kredit kendaraan bermotor dan properti dengan skema syariah yang bisa menentramkan dan aman dari penyakit riba yang berasal dari transkasi tersebut.

Semoga kita semua dijauhkan dan hindarkan dari praktik RIBA yang begitu bahayanya oleh kehidupan ini…. aamin

img

Miftah Spirit

Konsultan Di bidang Properti syariah Tanpa Bank, Tanpa Sita, Tanpa Denda, Tanpa Riba dan Tanpa Akad Bermasalah Insya Allah Nyaman dan Berkah

Pos Terkait

Sisi Tidak Syar’i nya Bank Syari’ah

RIBA merupakan dosa besar, yang penting dan harus kita diketahui, sebab... 1. Kata Nabi: Riba itu...

Lanjutkan Membaca
Oleh Miftah Spirit

Kenapa Harus Syariah

Kenapa Harus Syari’ah? Saat Allah menciptakan manusia, maka tentu Allah siapkan seperangkat...

Lanjutkan Membaca
Oleh Miftah Spirit

11 Adab Utang Piutang Dalam Islam

Saudaraku yang baik hati mari kita kembali mengingat pesan penting dalam Al-Quran dan Al-Hadits...

Lanjutkan Membaca
Oleh Miftah Spirit